Rabu, 23 Oktober 2013

TEORI ORGANISASI UMUM PART II

Bekerjasama Dalam Kelompok (Teamwork)

Pengertian Kerjasama

Manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya tidak dapat hidup sendiri. Manusia selalu membutuhkan bantuan orang lain. Khususnya bila ingin mencapai tujuan tertentu yang tidak dapat dicapai seorang diri. Salah satu jalan mencapai tujuan tersebut adalah dengan bekerjasama.
Secara harfiah, dalam bahasa Inggris kata kerjasama disebut sebagai cooperation. Menilik dari situs Reference, pengertian kerjasama dijabarkan ke dalam beberapa dimensi, antara lain:

1. Sebuah tindakan atau bekerja bersama untuk mencapai tujuan atau keuntungan bersama; bertindak bersama
2. Bantuan aktif dari orang/organisasi/kelompok lain (entah itu banyak atau sedikit)
3. Keinginan untuk bekerjasama, menandakan keinginan bekerjasama,
4. Kerjasama dalam pandangan ekonomi, merupakan gabungan individu yang saling membantu untuk mencapai hasil produksi, pembelian atau distribusi demi keuntungan bersama,
5. Kerjasama dalam pandangan Sosiologi, adalah aktifitas yang dilakukan bersama demi mencapai hasil yang saling menguntungkan,
6. Kerjasama dalam pandangan Ekologis, berarti interaksi saling menguntungkan antara organisme hidup dalam sebuah wilayah terbatas.

Tahapan Pembentukan Kelompok

Tahapan Pembentukan Kelompok Perkembangan sebuah kelompok selalu berbeda satu dengan yang lainnya. Namun demikian, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk membentuk sebuah kelompok. Berikut ini adalah beberapa tahapan dalam pembentukan kelompok : >Forming Forming adalah tahap orang berkumpul dan membentuk sebuah kelompok. Pada suatu kegiatan, tidak sedikit peserta yang mengikutinya karena penugasan. Kondisi seperti ini tidak jarang menimbulkan perasaan was-was maupun keraguan di hati peserta tersebut. Beberapa pertanyaan yang mungkin muncul adalah “Apakah saya dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik?” atau “Apakah saya dapat berbaur dengan peserta yang lain?”. Seorang fasilitator diharapkan dapat memastikan bahwa setiap peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut merasa nyaman dengan lingkungan barunya tersebut. Berikan perhatian secara khusus kepada peserta. Berikan waktu kepada para peserta untuk saling mengenal satu sama lain. Pada kesempatan ini, fasilitator dapat pula menggunakan permainan yang memecah kekakuan (ice breaker). >Informing Informing merupakan tahap dimana kelompok yang baru terbentuk tersebut diberi penjelasan tentang tujuan dari kegiatan yang akan diselenggarakan. Pada tahap ini biasanya akan didapati interaksi antaranggota karena setiap peserta mulai sadar bahwa mereka menuju pada tujuan yang sama. Seorang fasilitator biasanya akan mencari titik pijak yang sama, dan membentuk visi, misi, serta tujuan kelompok. Fasilitator diharapkan dapat menggunakan kegiatan pengenalan dan agenda yang jelas. >Storming Pada tahap ini, pembangunan peran diantara masing-masing peserta mulai terbentuk. Storming merupakan fase yang sangat penting dalam dinamika kelompok, karena pada tahap ini akan terjadi tarik menarik, uji coba, bahkan konflik. Benturan antarpribadi sangat mungkin terjadi pada tahap ini – bahkan benturan antara peserta dengan pemimpin kelompok. Seorang fasilitator diharapkan dapat memberikan dukungan kepada seluruh kelompok. Dengan mengembangkan dan menggunakan teknik-teknik fasilitasi, fasilitator juga perlu senantiasa mengingatkan peserta akan tujuan dan norma-norma kelompok.

Kekuatan Team Work

        Teamwork atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim.
         Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.
Beberapa tips bagaimana membuat tim yang solid :
Pertama : tentukan visi bersama yang mau dicapai.
Langkah pertama ini adalah langkah yang terpenting. Tanpa adanya penentuan sasaran atau visi, ini akan membuat apa yang dikerjakan menjadi tidak terarah bahakan akan menjadi salah sasaran. Untuk itu, cobalah luangkan waktu terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang sebenarnya menjadi visi yang mau dicapai.
KEDUA : selalu ingatkan akan visi bersama yang mau dicapai.
Visi tidak hanya bisa dicapai dengan satu kali set lalu selesai. Survei membuktikan, kalau visi secara terus – menerus diingatkan dalam waktu yang berkala, pasti visi itu akan lebih mudah dicapai. Mengapa? Karena saat sudah mulai bergeser tindakan yang mau diraih saat mengejar pencapaian visi tersebut, dengan visi yang diingatkan kembali secara berkala akan membuat kita mengarahkan kembali ke visi yang sudah ditentukan di awal.
KETIGA : dukung untuk terjadinya kerjasama untuk pencapaian visi.
Sebagai superior / leader, teruslah memberikan dukungan terhadap tim untuk saling bekerja sama mencapai visi. Ingatkan bahwa benefit yang akan dinikmati juga akan dinikmati bersama kelak. Jika kita sendiri adalah pemain timnya, maka dukunglah apa yang sudah ditentukan oleh leader kita, dukung juga rekan yang lainnya untuk bisa saling membantu dalam proses pencapaian visi tersebut.

Implikasi Manajerial desain dan struktur organisasi

Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.
Desain struktur subunit didesain sesuai dengan kontinu mekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yamg lebih lambat, ketidakpastian yg lebih besar dan rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai demgam desain mekanistik.
Desain teknik integratif tekhnik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensiasi sub-unit. Semakin besar diferensiasinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.


Sumber:
http://lompoulu.blogspot.com/2013/06/pengertian-kerjasama.html
http://iqbalzulfii.blogspot.com/2013/05/kekuatan-team-work.html
http://herlianuari-cissy.blogspot.com/2010/11/tahapan-pembentukan-kelompok.html

Tio Imam Fauzie
17112396
2KA19

Minggu, 06 Oktober 2013

Teori Organisasi Umum


Definisi Organisasi

1. Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia)
2. Organisasi adalah sistem sosial yang memiliki identitas kolektif yang tegas, daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur pergantian anggota.
3. Menurut Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
4.Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
5. Menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
6. Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.
Pengertian di bawah ini diperoleh dari artikel yang berjudul PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN STRESS DIHADAPKAN DENGAN KONSELING DALAM TINGKAT PRODUKTIFITAS DAN PRESTASI KERJA SUATU ORGANISASI oleh : Mistiani, S.sos, Puslitbang Strahan Balitbang Dephan
7. Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.
8. Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab (Schein). Karakterisitik organisasi menurut Schein meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.
9. Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu (Kochler).
10. Organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasi oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.

Sumber: http://lorentfebrian.wordpress.com/definisi-organisasi-macam-macam-organisasi/

Tujuan Berorganisasi:
Tujuan berorganisasi adalah mencapai tujuan bersama dari para anggotanya.

Anggota2 ini kan berkmpul karena memiliki keinginan yang sama. Seperti ungkapan "bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh",keinginan itu lebih mudah tercapai jika dilakukan bersama. Organisasi adalah wadah dari kegiatan tersebut.

Jenis2 tujuan:
1. Profit/keuntungan : biar dapat duit.
contoh: Microsoft, Indomie, Pertamina, dan perusahaan bisnis lain
2. Nonprofit : LSM, yayasan pendidikan, dan sebagainya

Pengalaman berorganisasi:

Mengikuti Karang taruna
Setiap tahun saya pasti akan selalu mengikuti kegiatan organisasi Karang Taruna. Karena bagi saya mengikuti organisasi tersebut akan berdampak pada keakrabatan pada setiap semua anggota. Hal yang pertama saya ikuti adalah program pada hari Kemerdekaan Indonesia. Seperti biasa disetiap wilayah RT pasti akan mengakan lomba 17-an. Dan yang bertanggung jawab atau yang akan mengadakan rencana acara lomba tersebut adalah Karang Taruna dengan dibantu ketua RT beserta pada masyarakat sekitar RT tersebut. Kebetulan pada saat itu saya ditunjuk sebagai salah satu panitia seksi persiapan berbagi barang atau alat kebutuhan yang akan dipergunakan pada acara lomba tersebut. Dan itu merupakan pertama kali bagi saya serta belum mempunyai pengalaman sama sekali untuk melakukan persiapan tersebut. Saya dibantu oleh teman saya yang lebih berpengalaman dan sudah menjadi panitia lomba sekitar dua tahun. Maka hal itu tidak menjadi sulit dan menjadi lebih mudah. Kebetulan juga saya masih ingat barang apa yang akan dibutuhkan nanti. Karena sebelum menjadi panitia, sekitar beberapa tahun kebelakang saya adalah peserta lomba tersebut. Dari situ lah saya dapat memperhatikan barang-barang apa saja yang akan digunakan. Namun tetep saja saya harus bertanya kepada panitia yang lebih berpengalaman.
Walaupun saya baru pertama kali sebagai salah satu panitia lomba dan juga pertama kali turut serta dalam organisasi Karang Taruna. Tetapi sampai akhir acara tidak ada kendala yang dapat mengganggu jalannya lomba dan acara tersebut dapat berjalan dengan sukses. Kemudian hal itu terus berulang sampai sekarang ini. Alias selama saya menjadi salah satu panitia lomba tersebut sampai sekarang tidak ada kendala apapun dan selalu berjalan dengan sukses.  Dari situ lah pengalaman yang saya dapatkan dari organisasi Karang Taruna sangat banyak. Dan bisa saya terapkan di organisasi lain yang akan saya ikut serta dikemudian hari. Oleh karena itu setiap ada kegiatan yang diadakan oleh Karang Taruna di sekitar lingkungan RT saya. Selalu saya ikuti, agara ilmu yang saya dapatkan dari kegiatan tersebut bertambah banyak dan menambah pengalaman.

Tio Imam Fauzie
17112396

2KA19

Jumat, 03 Mei 2013

Manusia Dan Tanggung Jawab



Manusia hidup di dunia ini pada hakikatnya adalah makhluk yang bertanggung jawab yang berati manusia merupakan mahkluk yang individual dan makhluk sosial.
Jadi tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja yang berati sebagai perwujudan kesadan dalam akan kewajiban.jadi timbulnya tanggung jawab itu karena dari hidup dalam lingkungan alam.manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap lingkunganya
Tanggung jawab dapat diartikan dua sisi yaitu dari sisi berbuat dan dari sisi kepetingan pihak lain.kalau dari sisi berbuat ia harus menyadri akibat perbuatanya sendiri dan dari sisi pihak lain si orang tersebut tidak mau bertanggung jawab pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara masyarakat.


Makna tanggung jawab.
Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri.


Macam-Macam tanggung jawab dapat dibedakan menurut suatu keadaan yaitu :

1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi

2. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan

3. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain.

4. Tanggung jawab kepada bangsa / negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara

5. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkanuntuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab lngsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan juka dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan


Veeger.Ilmu Budaya Dasar.Jakarta : PT Prehallindo,2001
Tri Prasetya.Joko. Ilmu Budaya Dasar.Jakarta : PT RINEKA CIPTA,1991

 

Sabtu, 01 Desember 2012

Pemuda Dan Organisasi

“Berikan aku sepuluh pemuda, akan kugoncangkan dunia”
Inilah salah satu kalimat terdahsyat yang pernah dikatakan oleh Bapak Revolusioner kita, Bung Karno. Tak berlebihan apabila optimisme yang begitu besar disematkan pada generasi muda. Coba kita ingat kembali sejarah pemuda bangsa kita dahulu. Di era 1908 kita akan berjumpa dengan generasi pemelopor kebangkitan nasional dengan terbentuknya Boedi Oetomo sebagai organisasi nasionalis pertama. Kemudian dilanjutkan dengan perjuangan generasi 1928 yang dengan gagah berani mengikrarkan sumpah mereka yang selanjutnya kita kenal dengan Sumpah Pemuda. Sebuah sumpah yang mengawali penyatuan-penyatuan ideologi dari berbagai pemuda yang berbeda. Dan puncaknya ialah pada tahun 1945, dimana saat itu generasi muda ikut andil dalam memplopori perjuangan kemerdekaan hingga akhirnya kita bisa benar-benar merasakan bagaimana merdeka. Rentetan sejarah ini memperlihatkan pada kita betapa besar perubahan yang dapat dilakukan oleh pemuda. Tak dapat dielakkan lagi maju mundurnya suatu bangsa tergantung dari sentuhan-sentuhan yang dapat dilakukan oleh generasi muda.
Kiranya cukup sudah kita bernostalgia dengan generasi muda dahulu. Kita lihat pemuda sekarang, calon pemimpin masa depan. Dewasa ini sering kali kita lihat di media-media berbagai problematika dari obat-obatan, minum-minuman keras, tawuran hingga pengangguran sering kali menimpa pemuda kita. Berdasarkan Data Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga (2008) mencatat, dari 220 juta jiwa jumlah penduduk Indonesia, sekitar 80,6 juta orang adalah pemuda. Namun, 10,8 juta pemuda yang berusia antara 15-35 berstatus sebagai pengangguran (baik terbuka maupun terselubung). Kondisi ini terjadi akibat rendahnya kesempatan kerja dan kurangnya upaya wirausaha dari kalangan pemuda (Detikcom, 11/06/08). Di sini baru terlihat eksistensi seorang pemuda lebih terlihat sebagai beban ketimbang harapan. Sungguh ironis memang, mengingat SDM pemuda yang kita miliki tidaklah buruk. Sudah berulang kali generasi pemuda kita menorehkan tinta emas di pentas dunia internasional, baik melalui olompiade sains maupun kejuaraan olah raga. Namun apalah arti sebuah kejeniusan apabila tidak diimbangi dengan kesadaran akan pentingnya bekerja dalam tim. Ibarat lidi apabila hanya sebuah apakah bisa membersihkan sampah yang berserakan, tentu tidak. Hanya dengan seikat lidi yang bersatu padulah semua bisa dilakukan.
Tanpa kita sadari, disinilah peran organisasi sangatlah dibutuhkan. Dimana dari sinilah pemikiran-pemikiran hasil bentukan pemuda ditampung yang kemudian diwujudkan dengan pergerakan-pergerakan yang bertujuan untuk kebaikan bersama. Disini pula para pemuda mampu mengembangkan diri membentuk pendewasaan pikiran serta melakukan daya analisis tinggi, dan yang terpenting adalah kemauan bekereja dalam tim. Hanya dengan bersatu perubahan dapat kita lakukan.
Namun nampaknya peran organisasi sendiri masih seringkali dipandang sebelah mata oleh segelintir orang. Yang mereka lihat organisasi adalah suatu kelompok yang beranggotakan orang-orang yang suka merusak, pemalas, ataupun orang-orang yang hanya bisa berkoar-koar belaka tanpa ada tindakan. Padahal kenyataannya sungguhlah tidak demikian. Hanya saja mereka yang tidak paham akan makna pentingnya suatu organisasi dalam membangun suatu bangsa. Oleh karena itu marilah kita tanamkan pada diri kita sendiri semangat kebersamaan dan persatuan. Kita bangkitkan kembali ruh semangat pemuda terdahulu. Kita tunjukkan bahwa kita bisa melakukan perubahan baik pada dunia sebagaimana predikat pemuda sebagai agent of change (agen perubahan), seperti yang dikatakan Bung Karno. Kita perangi bersama orang-orang yang memandang sebelah mata organisasi, karena mereka semua adalah pembunuh kreatifitas. Ayo Bangkit Pemuda!

sumber :
http://smanj.sch.id/index.php/majalah-misi/50-misi-13/181-catatan-editor-pemuda-dan-organisasi

Rabu, 31 Oktober 2012

Masyarakat & Teknologi "Tablet Phone Gaya Hidup? Fungsi? atau Kebutuhan?"

Di era tahun 2012 ini memiliki sebuah gadget bukanlah hal yg waw atau hebat lagi , pasalnya setiap orang baik itu dari golongan atas sampai bawah mayoritas sudah memiliki handphone ,
Sekarang kita membahas ponsel layar sentuh berukuran layar besar atau biasa di sebut "Tablet Phone"



Memegang gadget kini bukan hanya tren, tapi bagi sebagaian masyarakat kita telah menjadi gaya hidup. Mereka sangat aktif dengan gadget mereka , ke mana pun kapan pun dan dimana pun. Sehingga, ada yang menyebut bahwa zaman ini ada sekelompok masyarakat yang dikenal dengan istilah "generasi menunduk" sebuah istilah untuk menyebut pada sekelompok masyarakat yang terus menundukkan kepalanya pada gadgetnya. Mereka itu tak terpisahkan dengan gadget bukan hanya karena fungsinya, baik sebagai perangkat komunikasi, mencari informasi, atau bertransaksi, tapi juga sebagai gaya hidup elite. 



Salah satu gadget yang diramalkan akan menjadi bagian dari masyarakat kita ke depan yakni komputer tablet. Dengan sifatnya yang portabel, simpel, dan elegan, tablet menjadi tujuan perburuan masyarakat kita, dan salah satunya untuk mendongkrak wibawa dirinya. Dalam rilis beberapa media, disebutkan bahwa Indonesia merupakan pasar komputer tablet yang akan terus berkembang, dan bahkan berpotensi menggerus posisi netbook di pasar negeri ini yang selama ini jadi primadona. 

Meski demikian, ternyata masih banyak orang Indonesia yang membeli tablet karena kebutuhan gaya hidup, bukan karena fungsi. 

Seperti pada saat saya baca kompas 2012 ini, diprediksi akan ada beberapa tablet yang diluncurkan di  Indonesia. Pembeliannya diperkirakan baru akan meningkat pada kuartal ketiga atau keempat, ketika harga  tablet itu mulai turun. Pasar perangkat tablet di Indonesia diprediksi akan booming tahun ini dengan penjualan mencapai 860.000 unit atau melesat 100% dari prediksi penjualan 2011  yakni sebesar 430.000 unit. Data itu dilansir PT. GFK Retail and Technology Indonesia, sebuah perusahaan konsultan di bidang ritel dan teknologi. Perusahaan ini juga menyimpulkan salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis tablet di pasar lokal adalah adanya pergeseran gaya hidup masyarakat yang semakin tinggi memakai internet.  

Dengan ini saya menyimpulkan bahwa tablet itu skarang sudah menjadi trend para masayarakat indonesia baik kalangan atas menengah dan bawah , semuanya butuh koneksi internet untuk mengikuti perkembangan jaman dan tablet salah satu "pemuas" akan kecanduan para pecandu internet .

Nama : Tio Imam Fauzie                    Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar (Softskill)
NPM :  17112396
Kelas : 1KA11