Jumat, 03 Mei 2013

Manusia Dan Tanggung Jawab



Manusia hidup di dunia ini pada hakikatnya adalah makhluk yang bertanggung jawab yang berati manusia merupakan mahkluk yang individual dan makhluk sosial.
Jadi tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja yang berati sebagai perwujudan kesadan dalam akan kewajiban.jadi timbulnya tanggung jawab itu karena dari hidup dalam lingkungan alam.manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap lingkunganya
Tanggung jawab dapat diartikan dua sisi yaitu dari sisi berbuat dan dari sisi kepetingan pihak lain.kalau dari sisi berbuat ia harus menyadri akibat perbuatanya sendiri dan dari sisi pihak lain si orang tersebut tidak mau bertanggung jawab pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara masyarakat.


Makna tanggung jawab.
Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri.


Macam-Macam tanggung jawab dapat dibedakan menurut suatu keadaan yaitu :

1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi

2. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan

3. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain.

4. Tanggung jawab kepada bangsa / negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara

5. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkanuntuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab lngsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan juka dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan


Veeger.Ilmu Budaya Dasar.Jakarta : PT Prehallindo,2001
Tri Prasetya.Joko. Ilmu Budaya Dasar.Jakarta : PT RINEKA CIPTA,1991

 

Sabtu, 01 Desember 2012

Pemuda Dan Organisasi

“Berikan aku sepuluh pemuda, akan kugoncangkan dunia”
Inilah salah satu kalimat terdahsyat yang pernah dikatakan oleh Bapak Revolusioner kita, Bung Karno. Tak berlebihan apabila optimisme yang begitu besar disematkan pada generasi muda. Coba kita ingat kembali sejarah pemuda bangsa kita dahulu. Di era 1908 kita akan berjumpa dengan generasi pemelopor kebangkitan nasional dengan terbentuknya Boedi Oetomo sebagai organisasi nasionalis pertama. Kemudian dilanjutkan dengan perjuangan generasi 1928 yang dengan gagah berani mengikrarkan sumpah mereka yang selanjutnya kita kenal dengan Sumpah Pemuda. Sebuah sumpah yang mengawali penyatuan-penyatuan ideologi dari berbagai pemuda yang berbeda. Dan puncaknya ialah pada tahun 1945, dimana saat itu generasi muda ikut andil dalam memplopori perjuangan kemerdekaan hingga akhirnya kita bisa benar-benar merasakan bagaimana merdeka. Rentetan sejarah ini memperlihatkan pada kita betapa besar perubahan yang dapat dilakukan oleh pemuda. Tak dapat dielakkan lagi maju mundurnya suatu bangsa tergantung dari sentuhan-sentuhan yang dapat dilakukan oleh generasi muda.
Kiranya cukup sudah kita bernostalgia dengan generasi muda dahulu. Kita lihat pemuda sekarang, calon pemimpin masa depan. Dewasa ini sering kali kita lihat di media-media berbagai problematika dari obat-obatan, minum-minuman keras, tawuran hingga pengangguran sering kali menimpa pemuda kita. Berdasarkan Data Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga (2008) mencatat, dari 220 juta jiwa jumlah penduduk Indonesia, sekitar 80,6 juta orang adalah pemuda. Namun, 10,8 juta pemuda yang berusia antara 15-35 berstatus sebagai pengangguran (baik terbuka maupun terselubung). Kondisi ini terjadi akibat rendahnya kesempatan kerja dan kurangnya upaya wirausaha dari kalangan pemuda (Detikcom, 11/06/08). Di sini baru terlihat eksistensi seorang pemuda lebih terlihat sebagai beban ketimbang harapan. Sungguh ironis memang, mengingat SDM pemuda yang kita miliki tidaklah buruk. Sudah berulang kali generasi pemuda kita menorehkan tinta emas di pentas dunia internasional, baik melalui olompiade sains maupun kejuaraan olah raga. Namun apalah arti sebuah kejeniusan apabila tidak diimbangi dengan kesadaran akan pentingnya bekerja dalam tim. Ibarat lidi apabila hanya sebuah apakah bisa membersihkan sampah yang berserakan, tentu tidak. Hanya dengan seikat lidi yang bersatu padulah semua bisa dilakukan.
Tanpa kita sadari, disinilah peran organisasi sangatlah dibutuhkan. Dimana dari sinilah pemikiran-pemikiran hasil bentukan pemuda ditampung yang kemudian diwujudkan dengan pergerakan-pergerakan yang bertujuan untuk kebaikan bersama. Disini pula para pemuda mampu mengembangkan diri membentuk pendewasaan pikiran serta melakukan daya analisis tinggi, dan yang terpenting adalah kemauan bekereja dalam tim. Hanya dengan bersatu perubahan dapat kita lakukan.
Namun nampaknya peran organisasi sendiri masih seringkali dipandang sebelah mata oleh segelintir orang. Yang mereka lihat organisasi adalah suatu kelompok yang beranggotakan orang-orang yang suka merusak, pemalas, ataupun orang-orang yang hanya bisa berkoar-koar belaka tanpa ada tindakan. Padahal kenyataannya sungguhlah tidak demikian. Hanya saja mereka yang tidak paham akan makna pentingnya suatu organisasi dalam membangun suatu bangsa. Oleh karena itu marilah kita tanamkan pada diri kita sendiri semangat kebersamaan dan persatuan. Kita bangkitkan kembali ruh semangat pemuda terdahulu. Kita tunjukkan bahwa kita bisa melakukan perubahan baik pada dunia sebagaimana predikat pemuda sebagai agent of change (agen perubahan), seperti yang dikatakan Bung Karno. Kita perangi bersama orang-orang yang memandang sebelah mata organisasi, karena mereka semua adalah pembunuh kreatifitas. Ayo Bangkit Pemuda!

sumber :
http://smanj.sch.id/index.php/majalah-misi/50-misi-13/181-catatan-editor-pemuda-dan-organisasi

Rabu, 31 Oktober 2012

Masyarakat & Teknologi "Tablet Phone Gaya Hidup? Fungsi? atau Kebutuhan?"

Di era tahun 2012 ini memiliki sebuah gadget bukanlah hal yg waw atau hebat lagi , pasalnya setiap orang baik itu dari golongan atas sampai bawah mayoritas sudah memiliki handphone ,
Sekarang kita membahas ponsel layar sentuh berukuran layar besar atau biasa di sebut "Tablet Phone"



Memegang gadget kini bukan hanya tren, tapi bagi sebagaian masyarakat kita telah menjadi gaya hidup. Mereka sangat aktif dengan gadget mereka , ke mana pun kapan pun dan dimana pun. Sehingga, ada yang menyebut bahwa zaman ini ada sekelompok masyarakat yang dikenal dengan istilah "generasi menunduk" sebuah istilah untuk menyebut pada sekelompok masyarakat yang terus menundukkan kepalanya pada gadgetnya. Mereka itu tak terpisahkan dengan gadget bukan hanya karena fungsinya, baik sebagai perangkat komunikasi, mencari informasi, atau bertransaksi, tapi juga sebagai gaya hidup elite. 



Salah satu gadget yang diramalkan akan menjadi bagian dari masyarakat kita ke depan yakni komputer tablet. Dengan sifatnya yang portabel, simpel, dan elegan, tablet menjadi tujuan perburuan masyarakat kita, dan salah satunya untuk mendongkrak wibawa dirinya. Dalam rilis beberapa media, disebutkan bahwa Indonesia merupakan pasar komputer tablet yang akan terus berkembang, dan bahkan berpotensi menggerus posisi netbook di pasar negeri ini yang selama ini jadi primadona. 

Meski demikian, ternyata masih banyak orang Indonesia yang membeli tablet karena kebutuhan gaya hidup, bukan karena fungsi. 

Seperti pada saat saya baca kompas 2012 ini, diprediksi akan ada beberapa tablet yang diluncurkan di  Indonesia. Pembeliannya diperkirakan baru akan meningkat pada kuartal ketiga atau keempat, ketika harga  tablet itu mulai turun. Pasar perangkat tablet di Indonesia diprediksi akan booming tahun ini dengan penjualan mencapai 860.000 unit atau melesat 100% dari prediksi penjualan 2011  yakni sebesar 430.000 unit. Data itu dilansir PT. GFK Retail and Technology Indonesia, sebuah perusahaan konsultan di bidang ritel dan teknologi. Perusahaan ini juga menyimpulkan salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis tablet di pasar lokal adalah adanya pergeseran gaya hidup masyarakat yang semakin tinggi memakai internet.  

Dengan ini saya menyimpulkan bahwa tablet itu skarang sudah menjadi trend para masayarakat indonesia baik kalangan atas menengah dan bawah , semuanya butuh koneksi internet untuk mengikuti perkembangan jaman dan tablet salah satu "pemuas" akan kecanduan para pecandu internet .

Nama : Tio Imam Fauzie                    Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar (Softskill)
NPM :  17112396
Kelas : 1KA11